Friday, June 17, 2016

5 Alasan Mengapa Anak Dibawah Umur Menjadi Pemerkosa

Pemerkosa atau perogol adalah orang yang melakukan tindakan pemerkosaan. Tindakan ini dilakukan oleh pria terhadap kaum wanita dengan unsur kekerasan atau paksaan. Pria yang melakukan tindakan tersebut umumnya lebih identik dengan usia dewasa, misalnya yang berusia antara 20-30 tahun.

Ilustrasi pelaku
Padahal yang sebenarnya terjadi tidaklah selalu demikian. Sekarang ini pemerkosa bisa saja datang dari usia yang lebih muda bahkan dibawah umur sekalipun, misalnya remaja pria yang berusia antara 10-19 tahun. Mungkin kita tak akan pernah menyangka, bagaiamana mungkin anak dibawah umur bisa melakukan tindakan sekeji itu.

Dan jangan ditanya pula kenapa anak dibawah umur bisa melakukan hal demikian. Pasalnya, kini sudah tampak dan muncul beberapa alasan kenapa anak bau kencur bisa melakukan tindakan keji itu. Oleh sebab itu tak heran kalau sekarang ini banyak bermunculan kasus-kasus pemerkosaan oleh kaum pria terhadap wanita. Berikut beberapa alasan kenapa anak dibawah umur bisa menjadi pemerkosa.

1. Bertebarnya Konten Porn0grafi
Salah satu penyebab terjadinya kasus pemerkosaan adalah maraknya konten-konten porn0grafi. Penyebab ini merupakan pemicu kuat yang bisa memantik tindakan miris tersebut. Smartphone dan internet adalah hal yang jadi pendukung mudahnya konten tersebut didapat. Anak-anak kecil sekarang hampir semuanya pegang smartphone. Sehingga tak dimungkiri kalau mereka bisa dengan mudahnya tertular virus porn0grafi melalui smartphonenya sendiri.

Salah satu media yang menularkan virus tersebut adalah melalui situs website porn0grafi. Meskipun sebenarnya pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap situs yang berbau demikian, namun tetap saja masih ada beberapa situs yang tidak terblokir. Selain itu, ada juga pengguna internet yang masih bisa lolos ketika mengunjungi situs porn0grafi yang sebenarnya telah terblokir.

Adapun tindakan pemblokiran yang dilakukan tidaklah merata, pasalnya "akar" dari hal tersebut tidak lolos pemblokiran. Apa itu akarnya? Akarnya adalah situs yang memberikan tutorial atau cara untuk bisa membuka situs yang terblokir internet positif, dalam hal ini situs porn0grafi. Sebaiknya situs yang memberikan tutorial itu, haruslah diberi peringatan untuk menghapus postingannya, jika ia tidak mau, maka lakukan tindakan pemblokiran terhadap situs yang memberikan tutorial tersebut.

2. Miras Bebas Berkeliaran
Miras atau minuman keras adalah minuman beralkohol atau yang bersifat memabukkan. Minuman ini telah terbukti tidak baik bagi kesehatan tubuh. Anehnya, masih ada saja yang mau meminumnya meski sebenarnya ia tahu apa akibatnya nanti. Dalam agama islam, minuman keras adalah minuman yang haram untuk didekati apalagi diminum.

Jika sampai meminumnya, maka akan ada dosa yang didapat. Selain itu, meminum minuman ini dapat memberikan efek memabukkan yang bisa membuat peminumnya lupa diri sehingga merasa kalau dirinya adalah orang paling jago yang suka berbuat semaunya, termasuk melakukan hal-hal buruk seperti menonjok orang, pencabu1an atau bahkan pemerkosaan. Jika dahulunya orang dewasa yang suka mabuk-mabukan, namun berbeda pula dengan sekarang. Kini, banyak anak-anak dibawah umur malah justru mabuk-mabukan karena alasan supaya mereka dianggap keren dan ikut-ikutan teman. Padahal rasanya sendiri tidaklah enak, tetapi justru pahit.

3. Rok Mini Merajalela
Rok Mini sebenarnya adalah pakaian biasa yang memberikan efek luar biasa. Jika dilihat-lihat, rok mini sebenarnya adalah rok biasa yang bisa membuat pria yang menatapnya bisa langsung tergoda. Jadi, enggak heran kalau pakaian ini adalah umpan yang paling efektif untuk memancing para pemerkosa, tidak terkecuali pemerkosa dibawah umur. Calon pemerkosa dibawah umur bisa saja terpancing untuk melakukan tindakan pemerkosaan setelah memandang rok mini, karena sewajarnya pemerkosa adalah manusia yang juga memiliki nafsu.

Rok mini sendiri merupakan salah satu pakaian yang sering dipakai oleh wanita dimana pun ia berada termasuk ditempat umum sekalipun. Sebenarnya apa sih maksud wanita memakai rok mini? Apakah mereka ingin menarik perhatian pria (pemerkosa)? Bukankah, memakai pakaian tertutup (menutup aurat) itu lebih baik dan aman?

4. Televisi
Program-program acara yang ada di televisi sekarang ini memang begitu menarik pasalnya kebanyakan yang ditampilkan adalah hal-hal yang miris sekali. Contohnya saja adalah program sinetron cinta-cinta-an yang didalamnya sering mempertontonkan aurat yang disertai adegan hangat yang bisa membuat anak dibawah umur menjadi terpengaruh untuk melakukan adegan yang ada didalamnya. Awalnya dengan berpegangan tangan, berpelukan, berc1uman, hingga bla..bla.. blakan.

Jika tidak percaya, coba kamu lihat, anak kecil mana yang tidak berubah menjadi serigala dan mengaung-ngaung atau coba kamu lihat, anak gadis mana yang tidak ikut-ikutan dalam menggunakan bahasa yang dibawa oleh artis, misalnya OMG Hellow, wakwaw, kamseupay, galau, move on dan sebagainya. Memang pengaruh televisi ini begitu besar, sehingga enggak heran kalau anak bangsa bisa hancur hanya gara-gara menonton tontonan yang tidak bermutu.

Meski sebenarnya sudah ada tanda atau simbol yang menandakan bahwa sinetron itu khusus untuk R (Remaja), namun tetap saja kita tak bisa memungkiri kalau anak-anak (A) masih bisa bebas menontonnya. Alasannya pun beragam, mulai dari ketidak pahamnya orang tua tentang simbol tersebut, sinetron yang ditampilkan di jam belum tidur anak-anak, dan canggung atau enggannya orang tua untuk mengajari anaknya, pasalnya akan sulit untuk menyuruh anak tidur atau masuk kamar kalau anak-anak itu belum mengantuk, lagi pula akan sulit untuk menjelaskan hal tersebut kepada anak.

5. Kurang ketatnya pengawasan orang Tua
Tidak ketatnya atau ketidak pedulian orang tua terhadap pergaulan anak adalah hal dasar yang membuat anak menjadi pemerkosa atau bahkan korbannya. Ketidakperdulian orang tua ini sendiri bisa disebabkan oleh beberapa alasan, mulai dari sibuknya orang tua dalam bekerja, memang kurang peduli, atau karena lelah memberi pengawasan karena anak yang selalu bandel. Semua alasan ini adalah hal mendasar yang membuat anak menjadi pemerkosa atau korbannya.

Kurang ketatnya pengawasan orang tua, nantinya dapat mengakibatkan anak terjatuh pada pergaulan yang salah. Misalnya dengan bergaul dengan teman yang bandel sehingga bisa membuatnya jadi terikut bandel dan melakukan hal-hal buruk seperti mencuri/begal (awas digebukin hingga tewas), balapan (awas jatuh hingga patah tulang), perkelahian (awas nanti memar hingga mata buta), hingga tindakan keji pemerkosaan (penjara dan berdosa besar).

6. Kurangnya Pengajaran Agama
Kurangnya pengajaran tentang agama terhadap anak bisa berakibat fatal. Jika seorang anak ditanami dan disuburkan oleh nilai pendidikan agama islam maka tentu saja ia akan terhindar dari pergaulan salah yang bisa membuatnya tersesat.

Itulah beberapa alasan kuat yang menjadi penyebab maraknya terjadi pemerkosaan terutama yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Pemberian nilai agama islam sejak kecil adalah yang harus dilakukan sejak dini untuk mencegah anak dari perbuatan maksiat dan hal-hal buruk lainnya. Selain itu, cobalah berikan pemahaman terhadap anak untuk tidak mendekati hubungan pacaran apalagi melakukannya.

2 comments

artikel yg bagus untuk masa depan anak bangsa


EmoticonEmoticon